Alat
Masuk
  1. Rumah
  2. Blog
  3. Bagaimana-Untuk
  4. Cara Mengirim Email Tindak Lanjut Setelah Wawancara Kerja
200610-EN-Follow-up-email-after-interview-blog-banner

Cara Mengirim Email Tindak Lanjut Setelah Wawancara Kerja

oleh Jen

Kamu juga dapat membaca artikel ini di Jerman, Inggris, Spanyol, Prancis dan Italia.

Mungkin ini abad ke-21, namun tetap ada etika zaman dulu yang perlu dijunjung tinggi ketika mengirim email setelah wawancara kerja.

Tidak banyak aspek kehidupan yang entah bagaimana tidak terpengaruh oleh teknologi dan revolusi digital, yang membuat sentuhan manusia, pewaktuan tekun, dan alat penting empati untuk membantu kamu terhubung dengan atasan kamu di masa yang akan datang. Mengirim email tindak lanjut setelah wawancara pekerjaan adalah cara cepat dan mudah untuk menonjol dari kerumunan dan meninggalkan kesan mendalam pada pewawancara kamu.

Mengapa Kamu Perlu Mengirimkan Email Tindak Lanjut Setelah Wawancara Kerja?

 

Mengirim email sederhana untuk berterima kasih ke departemen atau manajer perekrutan setelah wawancara kerja mungkin terlihat seperti hal yang sewajarnya dilakukan, namun tahukah kamu bahwa lebih dari setengah kandidat tidak melakukannya? Yang berarti dengan mengirim email tindak lanjut menempatkan kamu bersama sebagian kandidat yang lebih baik di mata perekrut, di mana email terima kasihnya menentukan banyak hal, tidak hanya kandidat mana saja yang masih dalam pertimbangan, tapi juga mempengaruhi keputusan akhir perekrutan mereka.

Penting untuk memikirkannya jangka panjang ketika kamu mengirimkan email tindak lanjut setelah wawancara kerja. Bahkan jika kamu merasa wawancara kerja kamu tidak berjalan dengan baik, email tindak lanjut merupakan salah satu kesempatan terakhir untuk menunjukkan dirimu dan meninggalkan kesan yang mendalam. Mungkin usaha ini tidak akan pernah terbayar dalam arti yang sesungguhnya, namun butuh waktu yang lama untuk menunjukkan karakter dan membangun hubungan dengan perekrut yang bisa saja kembali menghubungi kamu mengenai lowongan di masa yang akan datang.

Sederhananya, mengirimkan email tindak lanjut untuk berterima kasih pasca wawancara menunjukkan sopan santun, mengemas pengalaman wawancara kamu dengan rapi, dan jika dibuat dengan baik, itu bisa jadi kesempatan bagi kamu untuk menonjol di depan calon atasan kamu sekali lagi.

Berapa Lama Sejak Wawancara Kerja Sebaiknya Kamu Mengirim Email Tindak Lanjut?

 

Apabila kamu menempatkan diri kamu di posisi manajer perekrutan kamu untuk sebentar, kamu akan tahu betapa sibuknya mereka dan berapa banyak orang yang mereka temui dan wawancarai setiap harinya. Pelajaran yang kita bisa ambil dari sini adalah betapa pentingnya untuk mengambil langkah-langkah untuk memperkuat kesan yang kamu tinggalkan dan tidak tenggelam di lautan pelamar yang bersaing untuk pekerjaan yang sama.

Pertanyaannya adalah bagaimana?

Pewaktuan. Kalau bicara tentang memori, kesan, dan orang yang sangat sibuk, pewaktuan antara di pihak kamu atau tidak. Hal yang hebat tentang ini adalah kamu bisa memutuskan apakah kamu menggunakan waktu untuk keuntungan kamu. Aturan emas kapan mengirim email tindak lanjut setelah wawancara kerja adalah 24 jam. Coba kirim email kamu di hari yang sama dengan hari wawancara kerja kamu, namun tidak perlu khawatir jika tidak memungkinkan. Diwawancara di hari Jumat? Kirim email tindak lanjut di hari Senin berikutnya juga tidak masalah.

Apa Yang Tidak Seharusnya Muncul Di Email Tindak Lanjut Kamu

 

Mengirim email terima kasih setelah wawancara kerja adalah cara yang bagus untuk meninggalkan kesan yang baik, namun berhati-hatilah! Terdapat beberapa hal yang kurang baik yang dapat menggagalkan usaha kamu mendapatkan pekerjaan idaman kamu, seperti kesalahan ejaan dan tata bahasa, terus meminta maaf atas sesuatu yang terjadi selama wawancara kerja, menggunakan akun email lama kamu yang aneh seperti hotguy123@hotmail.com, menggunakan bahasa gaul atau membuat lelucon, atau jatuh ke perangkap pemicu spam.

1. Kesalahan Ejaan & Tata Bahasa Email tindak lanjut kamu untuk berterima kasih setelah wawancara pekerjaan seharusnya mengirimkan pesan yang tepat. Menambahkan bubuhan kesalahan ejaan dan tata bahasa dan email tindak lanjut kamu menjadi saksi dari fakta bahwa, mengutip Derek Zoolander, “Kamu tidak dapat membaca dengan baik”, kamu terburu-buru ketika menulisnya, atau kamu tidak cukup peduli untuk mengambil waktu untuk mengoreksinya sebelum kamu mengirimkannya.

Tarik napas, luangkan waktu kamu untuk menulis email tindak lanjut dan cek beberapa kali sebelum kamu mengirimkannya. Malah lebih baik, bila kamu meminta teman atau anggota keluarga untuk mengeceknya juga!

2. Permintaan Maaf Yang Tidak Perlu Kecuali kamu melakukan sejenis tindakan keji (dalam hal ini mengirimkan email tindak lanjut tidak akan ada di daftar prioritas kamu), meminta maaf hanya akan mengingatkan pewawancara kamu tentang peristiwa yang menyinggung dan terkesan bahwa kamu adalah orang yang terlalu fokus pada hal-hal yang tidak penting. Jadi tinggalkan permintaan maaf tersebut dan apabila kamu merasa benar-benar perlu merujuk kembali ke pengalaman yang memalukan atau kurang menyenangkan dari wawancara kamu, tunjukkan rasa terima kasih alih-alih penyesalan.

Contoh: Permintaan maaf: Saya minta maaf karena bicara terlalu banyak saat wawancara kerja saya hari ini. Ucapan terima kasih: Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berbicara dengan saya.

3. Gunakan Alamat Email Pribadi, Tapi Yang Profesional Jangan pernah mengirim lamaran pekerjaan atau tindak lanjut wawancara menggunakan akun email kerja. Ini tidak hanya memberikan sinyal ke perekrut bahwa kamu tidak menghormati atasan kamu saat ini, tapi juga kamu tidak memiliki keraguan dalam mengurus urusan pribadi di jam kantor. Jika email ini diakses oleh atasan kamu, kontennya dapat memberikan sinyal yang sama ke mereka, dengan risiko lainnya yaitu mengorbankan pekerjaan kamu saat ini atau referensi yang ingin kamu minta di masa yang akan datang.

Mengenai email yang cerdik, mungkin merupakan hal yang keren untuk memiliki email yang aneh atau lucu ketika kamu berumur enam belas tahun. Tergantung orang seperti apa kamu sekarang, bisa saja masih kamu terima sekarang, namun jauh-jauh dari akun ini ketika melamar pekerjaan atau mengirim email tindak lanjut. Kepala perekrutan “Pekerjaan Idaman Kamu” tidak ingin menerima pesan dari beachbabe23@yahoo.com atau kinkyboots@gmail.com .

Jangan lakukan itu. Jangan.

4. Hindari Menggunakan Kata Gaul & Lelucon Wawancara kerja menawarkan dinamika yang sama sekali berbeda dengan email satu arah. Dalam sebuah wawancara kerja, kamu dapat membaca ruangan, tersenyum, atau menyisipkan lelucon yang lucu di waktu yang tepat. Namun kamu tidak bisa mengetahui suasana hati pewawancara saat menerima email tindak lanjut kamu. Begitu juga dengan kata gaul, kamu juga tidak bisa menjamin bagaimana itu akan diterima, bahkan jika itu dianggap tidak masalah saat wawancara kerja.

Ambil aman dengan email tindak lanjut kamu dan hindari menggunakan segala jenis kata gaul atau lelucon yang mungkin tidak dapat diterima dengan baik. Kamu bisa dianggap tidak sopan, tidak profesional, atau sombong.

5. Jauhkan Dari Pemicu Spam Atau Bounce Kami telah membahas sedikit tentang menggunakan akun email yang cerdik, tapi apa pemicu spam atau bounce yang bisa kamu hindari ketika mengirim email tindak lanjut?

Cara terbaik untuk mencegah email tindak lanjut kamu agar tidak masuk ke spam atau bounce adalah dengan menjaga seluruh komunikasi bersih dan sederhana dari baris subjek hingga tanda tangan. Itu berarti sedikit atau tidak ada emoji dan karakter spesial di baris subjek, sedikit atau tidak menggunakan emoji di badan email, serta tidak ada lampiran besar atau tautan gila.

10 Langkah Mudah Untuk Menulis Email Tindak Lanjut Yang Sempurna Setelah Wawancara

 
  1. Singkat dan sederhana.
  2. Pastikan baris subjek yang bersih.
  3. Pertahankan formalitas salam kamu.
  4. Ungkapkan rasa terima kasih tanpa terlihat berlebihan.
  5. Tunjukan minat kamu yang berkelanjutan terhadap posisi tersebut.
  6. Tonjolkan bagaimana kamu merupakan kandidat terbaik untuk posisi ini.
  7. Terbukalah untuk pertanyaan dan permintaan lebih lanjut.
  8. Akhiri dengan salam formal, lampirkan informasi kontak kamu.
  9. Cek ejaan dan tata bahasa.
  10. Periksa lagi!

Artikel diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Marcelina

Jennifer Rees
Jen
Penulis UX